(jika) Hati Adalah Sebuah Cangkir
KHUTBAH JUM’AT 18 JULI 2008
Hati (konotasi), adalah bagian yang paling utama dalam diri manusia. Jika rusak hati maka rusaklah segalanya.

Cerita Upacara Jaman SD
Gara-gara obrolan dengan bini semalam yang kemudian ditulis di blognya, saya juga punya cerita soal upacara jaman kecil dulu. Mungkin jaman Orba seseorang dianggap digdaya, mumpuni dan cendekia kalo gaya bahasanya micara bak Mbah Suharto (semoga almarhum) atau minimal setara dengan kroninya.

Cung-cungan
Ngecung atau ngacung yang kalo dibahasakan mungkin berarti menunjuk, mungki lebih sering diberlakukan buat orang lain. Maksud saya dalam menunjuk secara empiris tentu kita akan lebih sering nunjuk ke orang lain. Kenapa begitu?
Manusia kan lebih gampang lupa, melik ngendong lali kata orang jawa (dahulu), jadi kita lebih inget hal-hal yang nyebelin, nyakitin dan kedaden kang dadi sebab uluhing tangis. bahkan konon saking bebalnya jiwa kita, kadang sesuatu yang mustinya disyukuri kita malah seringnya ndak nyadar.
To Blog Or Not To, There Is No Try!
Daripada sebel soal njebluknya server tempat saya nunut ngeblog yang di sini. Saya ikutan ah ngeblog di sini. Memang saya sudah punya yang ini, tapi ndak lucu kalo tulisan saya kecampuran bahasa jawa dialek banyumasan. Dan saya juga punya yang ini, tapi bosen. Jadi ngeblog lah saya di sini.

Kalo dilihat-lihat tampilan DagDigDug.com lebih fresh meski beberapa detail masih perlu beberapa perbaikan. Dan dari warna serta lay out kayaknya ini bikinan matriphe. keren!
Oke… saya mau kerja, biarpun PNS saya kok jadi sering lembur gini, ndak ngalamin lagi lima hari kerja…. Hmmm…
Sekian perkenalan saya. Ngutip tulisannya Sir Ndobos : “Semoga tidak terlalu menyiksa!”
The article has
2 responses