(jika) Hati Adalah Sebuah Cangkir
KHUTBAH JUM’AT 18 JULI 2008
Hati (konotasi), adalah bagian yang paling utama dalam diri manusia. Jika rusak hati maka rusaklah segalanya.

Keagungan Tuhan ada dimana-mana. Tiap detik ditunjukkan-Nya Kekuasaan yang tiada makhluk lain yang bisa lebih berkuasa. Tiap penjuru ada jejak keagungan yang melebihi keagungan itu sendiri.
Lalu apa yang salah jika manusia tetap hianat, syak wasangka dengan Sang Pencipta sendiri? Lalu bagaimana terjadinya hati membatu dan tak tersentuh kebaikan? Bagaimana hati menghitam dan penuh berisi benci? Jauh pula dari hidayah…
Ibarat sebuah cangkir, hati takkan bisa terisi dengan aliran air hidayah jika sang cangkir telah terpenuhi dengan iri dengki yang mengeras menjadi solid lalu membatu.
Kosongkan hati dari segala buruk sangka dan iri dengki. Perbanyak pikiran positif. Niscaya hidup lebih indah dan sukur-sukur hidayah senantiasa mengucuri sampeyan.
Di dalam tubuh manusia ada segumpal daging yang bilamana rusak daging itu maka rusaklah seluruh tubuh. Hadits.
GAMBAR DARI SONO
Hati apa jantung ya?? hehehe…
andries
18 Jul 08 at 7:53 pm
hati ibaratnya air jernih, kalau air secangkir sudah tertetesi noda hitam, maka untuk menjernihkannya diperlukan air jernih lebih dari satu cangkir
awan
3 Aug 08 at 7:28 am